Gaji Kecil VS Gaya Hidup.
Selain memang standar gaji di bawah rata-rata, kebanyakan defisit keuangan rumah tangga dipicu oleh gaya hidup boros. Itu sebabnya dibutuhkan pengelolaan keuangan yang terencana.
Gali Lubang Tutup Lubang. Eits…Ini bukan judul lagi… Tapi beginilah nasib karyawan di tanah air kita. Baru seminggu terima gaji… eh kantong sudah kempes lagi… Padahal, masa gajian masih beberapa minggu lagi.
Hmm… apa sih penyebabnya ? Kalau dirunut lebih jauh lagi, penyebab budaya gali lubang tutup lubang ini sangat beragam. “ Yah, bagaimana lagi… gaji saya sebagai karyawan rendahan, nggak lebih dari 1,7 juta” keluh Amir, seorang karyawan perusahaan ekspedisi.
Lain lagi keluhan Susi. Gadis manis yang bekerja sebagai sekretaris di perusahaan ekspor import ini mengaku sebagian gajinya habis untuk keperluan penampilan. Beli baju baru, sepatu hak tinggi sampai alat make up baru.
Akibatnya di tengah bulan ia terpaksa harus meminjam uang ibunya untuk biaya transportasi ke kantor. Nanti di awal bulan, ia pun harus membayar utang ke ibunya. Benar-benar gali lubang tutup lubang deh…
Selain memang standar gaji di bawah rata-rata, kebanyakan defisit keuangan rumah tangga dipicu oleh gaya hidup boros. Itu sebabnya dibutuhkan pengelolaan keuangan yang terencana. Perencana Keuangan Safir Senduk dalam bukunya Mengatur Pengeluaran Secara Bijak menyarankan beberapa langkah agar tidak defisit keuangan. Memang sih…jumlah pemasukan dan pengeluaran setiap orang berbeda-beda. Tergantung pada jenis pekerjaan, standar gaji dan gaya hidup! Meskipun gaji besar.. kalau tidak diatur ya sami mawon… tanggung bulan, sudah megap-megap kehabisan dana. Okay… lantas bagaimana cara terhindar dari defisit keuangan ini ?.
Pertama dengan mengenali dan mengelompokkan setiap pengeluaran Anda. Kenali Pos pengeluaran mana saja yang punya kecenderungan menjadi besar. Catat setiap pengeluaran dengan teliti. Mulai dari sewa rumah, belanja harian sampai transportasi.
Kedua dengan mengantisipasi kenaikan harga barang dan jasa yang pasti melambung setiap tahun. Termasuk mengantisipasi pengeluaran tak terduga yang mungkin terjadi.
Cermati juga pengeluaran yang bisa ditekan seperti nonton bioskop, dugem atau liburan mewah. Prioritaskan pengeluaran untuk pendidikan anak dan kesehatan. Pengeluaran bijak bukan berarti harus hidup kikir lho… Rekreasi bisa tetap dilakukan asalkan memilih tempat rekreasi yang murah meriah.







