Skip to content. | Skip to navigation

Anda Disini: Home Gaji Minimum Komponen Hidup Layak

Standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL)

by Gunjan Pandya last modified Dec 18, 2011 11:52 PM
— filed under:

Standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) adalah dasar dalam penetapan Upah Minimum. Komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) merupakan komponen-komponen pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari yang dibutuhkan oleh seorang pekerja lajang selama satu bulan.

Sebelumnya menetapkan Upah Minimum Propinsi, Dewan Pengupahan yang terdiri dari perwakilan serikat pekerja, pengusaha, pemerintah, dan pihak netral dari akademisi akan melakukan survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Tetapi apa yang dimaksud survey KHL, komponen kebutuhan hidup apa yang disurvey dan mekanisme standarisasi KHL hingga menjadi penetapan Upah Minimum. Mari kita bahas bersama!

Apa yang dimaksud dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL)?

Kebutuhan Hidup Layak yang selanjutnya disingkat KHL adalah standar kebutuhan yang harus dipenuhi oleh seorang pekerja/buruh lajang untuk dapat hidup layak baik secara fisik, non fisik dan sosial, untuk kebutuhan 1 (satu) bulan.

Sejak diluncurkannya UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Pemerintah menetapkan standar KHL sebagai dasar dalam penetapan Upah Minimum seperti yang diatur dalam pasal 88 ayat 4.

Adakah Peraturan yang mengatur mengenai Kebutuhan Hidup Layak?

Peraturan mengenai KHL, diatur dalam UU No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Pembahasan lebih dalam mengenai ketentuan KHL, diatur dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 17 tahun 2005 tentang Komponen dan Pentahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak.

Komponen apa saja yang termasuk dalam standar KHL?

Standar KHL terdiri dari beberapa komponen yaitu :

  • Makanan & Minuman (11 items)
  • Sandang (9 items)
  • Perumahan (19 items)
  • Pendidikan (1 item)
  • Kesehatan (3 items)
  • Transportasi (1 item)
  • Rekreasi dan Tabungan (2 item)

Selengkapnya mengenai komponen-komponen standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) :

 

No Komponen Kualitas/Kriteria Jumlah Kebutuhan
MAKANAN DAN MINUMAN    
  1. Beras  Sedang  Sedang 10 kg
  2. Sumber Protein :      
       a. Daging  Sedang 0.75 kg
       b. Ikan Segar  Baik 1.2 kg
       c. Telur Ayam   Telur ayam ras 1 kg
   3. Kacang-kacangan : tempe/tahu Baik 4.5 kg
  4. Susu bubuk Sedang 0.9 kg
  5. Gula pasir Sedang 3 kg
  6. Minyak goreng Curah 2 kg
  7. Sayuran Baik 7.2 kg
  8. Buah-buahan (setara pisang/pepaya) Baik 7.5 kg
  9. Karbohidrat lain (setara tepung terigu) Sedang 3 kg
  10. Teh atau Kopi Celup/Sachet 4 Dus isi 25 = 75 gr
  11. Bumbu-bumbuan Nilai 1 s/d 10 15%
  JUMLAH    
II SANDANG    
  12. Celana panjang/ Rok Katun/sedang 6/12 potong
  13. Kemeja lengan pendek/blouse Setara katun 6/12 potong
  14. Kaos oblong/ BH Sedang 6/12 potong
  15. Celana dalam Sedang 6/12 potong
  16. Sarung/kain panjang Sedang 1/12 helai
  17. Sepatu Kulit sintetis 2/12 pasang
  18. Sandal jepit Karet 2/12 pasang
  19. Handuk mandi 100cm x 60 cm 2/12 potong
  20. Perlengkapan ibadah Sajadah, mukena 1/12 paket
  JUMLAH    
III PERUMAHAN    
  21. Sewa kamar Sederhana  1 bulan
  22.Dipan/ tempat tidur No.3 polos 1/48 buah
  23. Kasur dan Bantal Busa 1/48 buah
  24. Sprei dan sarung bantal Katun 2/12 set
  25. Meja dan kursi  1 meja/4 kursi 1/48 set
  26. Lemari pakaian  Kayu sedang 1/48 buah
  27. Sapu  Ijuk sedang 2/12 buah
  28. Perlengkapan makan    
          a. Piring makan Polos  3/12 buah
          b. Gelas minum Polos  3/12 buah
          c. Sendok garpu Sedang 3/12 pasang
  29. Ceret aluminium  Ukuran 25 cm 1/24 buah
  30. Wajan aluminium  Ukuran 32 cm 1/24 buah
  31. Panci aluminium  Ukuran 32 cm 2/12 buah
  32. Sendok masak  Alumunium 1/12 buah
  33. Kompor minyak tanah  16 sumbu 1/24 buah
  34. Minyak tanah  Eceran  10 liter
  35. Ember plastik  Isi 20 liter 2/12 buah
  36. Listrik 450 watt 1 bulan
  37. Bola lampu pijar/neon  25 watt/15 watt 6/12 (3/12) buah
  38. Air Bersih  Standar PAM 2 meter kubik
  39. Sabun cuci  Cream/deterjen 1.5 kg
IV PENDIDIKAN    
  40. Bacaan/radio  Tabloid/4 band 4 buah/ (1/48)
  JUMLAH    
V KESEHATAN    
  41. Sarana Kesehatan    
         a. Pasta gigi   80 gram   1 tube
         b. Sabun mandi   80 gram  2 buah
         c. Sikat gigi   Produk lokal  3/12 buah
         d. Shampo   Produk lokal  1 botol 100 ml
         e. Pembalut atau alat cukur Isi 10 1 dus/set
  42. Obat anti nyamuk Bakar 3 dus
  43. Potong rambut Di tukang cukur/salon 6/12 kali
  JUMLAH    
VI TRANSPORTASI    
  44. Transportasi kerja dan lainnya Angkutan umum 30 hari (PP)
  JUMLAH    
VII REKREASI DAN TABUNGAN    
  45. Rekreasi Daerah sekitar 2/12 kali
  46. Tabungan (2% dari nilai 1 s/d 45)  
  JUMLAH    
       

 

Bagaimana mekanisme proses penetapann Upah Minimum berdasarkan standar KHL?

  • Ketua Dewan Pengupahan Provinsi dan/atau Kabupaten/Kota membentuk tim survey yang anggotanya terdiri dari unsur tripartit: perwakilan serikat pekerja, pengusaha, pemerintah, dan pihak netral dari akademisi.
  • Standar KHL ditetapkan dalam Kepmen No. 17 tahun 2005, berdasarkan standar tersebut, tim survey Dewan Pengupahan melakukan survey harga untuk menentukan nilai harga KHL yang nantinya akan diserahkan kepada Gubernur Provinsi masing-masing.
  • Survey dilakukan setiap satu bulan sekali dari bulan Januari s/d September , sedang untuk bulan Oktober s/d Desember dilakukan prediksi dengan membuat metode least square. Hasil survey tiap bulan tersebut kemudian diambil rata-ratanya untuk mendapat nilai KHL.
  • Nilai KHL ini akan digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam penetapan upah minimum yang berlaku bagi pekerja/buruh dengan masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun. Upah bagi pekerja dengan masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih dirundingkan secara bipartit antara pekerja atau serikat pekerja dengan pengusaha di perusahaan yang bersangkutan.
  • Berdasarkan nilai harga survey tersebut, Dewan Pengupahan juga mempertimbangkan factor lain : produktivitas, pertumbuhan ekonomi, usaha yang paling tidak mampu, kondisi pasar kerja dan saran/pertimbangan dari Dewan Pengupahan Provinsi/Kabupaten/Kotamadya.
  • Gubernur nantinya akan menetapkan besaran nilai upah minimum. Penetapan Upah Minimum ini dilakukan 60 hari sebelum tanggal berlakunya yaitu setiap tanggal 1 Januari.

Sumber :

Indonesia. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 17 tahun 2005 tentang Komponen dan Pentahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak.

Sidauruk, Markus (2011). Kebijakan Pengupahan di Indonesia. Jakarta

Share |