Data Survey KHL Dewan Pengupahan Untuk UMP 2012
Dewan Pengupahan telah melakukan survey komponen KHL kebutuhan hidup seorang pekerja lajang untuk kebutuhan satu bulan di Jakarta dari Februari hingga September 2011. Berikut hasil survey KHL yang nantinya jadi tolak ukur penetapan UMP Jakarta 2012
Upah dan pendapatan yang layak merupakan satu parameter seseorang dapat hidup sejahtera. Di Indonesia sendiri, kita mengenal sistem pengupahan “upah minimum”. Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) tidak lepas dari hasil survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL) terhadap 46 komponen kebutuhan pekerja lajang yang terdiri dari 7 komponen utama KHL yaitu : makanan & minuman, sandang, perumahan, pendidikan, kesehatan, transportasi, rekreasi & tabungan. Survey tersebut dilakukan sebanyak 8 kali mulai bulan Februari hingga September yang dilakukan di pasar-pasar tradisional.
Dewan Pengupahan telah melakukan survey KHL di pasar-pasar tradisional DKI Jakarta dari bulan Februari hingga September 2011. Inilah hasil survey KHL tersebut :
| No. | Komponen Utama KHL | Survey September | Rata - rata Survey | Persentase |
|---|---|---|---|---|
| FebruarI - September | ||||
| I | Makanan & Minuman | 487,314 | 473,711 | 30.9% |
| II | Sandang | 124,770 | 117,401 | 7.67% |
| III | Perumahan | 663,764 | 640,672 | 41.89% |
| IV | Pendidikan | 17,651 | 17,636 | 1.15% |
| V | Kesehatan | 38,302 | 37,744 | 2.46% |
| VI | Transportasi | 210,000 | 210,000 | 13.70% |
| VII | Rekreasi & Tabungan | 32,876 | 31,983 | 2.09% |
| Total | 1,574,677 | 1,529,147 | 100% | |
| KHL Yang Diajukan | 1,529,147 | |||
| KHL Yang Diputuskan | 1,497,838 |
Seperti yang kita lihat di tabel di atas, jumlah UMP DKI Jakarta yang diajukan oleh Dewan Pengupahan adalah sebesar Rp 1.529.150. Jumlah tersebut diambil berdasarkan survey KHL pekerja yang mencakup 7 komponen utama kebutuhan, dan telah disempurnakan Badan Pusat Statistik (BPS). Akan tetapi, Asosiasi Penguasaha Indonesia (APINDO) mengajukan UMP sebesar Rp 1.466.000.
UMP DKI Jakarta yang ditetapkan oleh Pemprov DKI rencananya hanya mencapai Rp 1.498.000. Jumlah ini diputuskan secara sepihak oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta. Mereka mengambil jalan tengah dari jumlah yang diajukan oleh APINDO dan Dewan Pengupahan.
Sumber :
- Indonesia. Muhammad Rusdi. Sekjen DPP Asosiasi Pekerja (ASPEK) Indonesia



