Abaikan, lanjutkan ke konten | Abaikan, lanjut ke navigasi

Anda di Beranda / Gaji / Kampanye Upah Minimum / Pelayaran

 

Awak Kapal Pelayaran Ikan dan Pelabuhan Tegal Dibayar di Bawah UMK

Tim Kampanye Upah Minimum menemukan pekerja sektor pelayaran,perikanan dan pekerja pelabuhan kota Tegal dibayar dibawah Upah Minimum Kota (UMK) Tegal 2011 sebesar Rp. 735.000/bulan.

Tegal, Indonesia - Indonesia adalah Negara kepulauan dan hampir 2/3 wilayahnya adalah lautan. Negara dengan kekayaan alam laut yang begitu besar menjadikan bisnis pelayaran dan penangkapan ikan menjadi salah satu primadona bagi para pengusaha, terutama di daerah Tegal dan sekitarnya.

Tetapi kenyataannya, para pekerja yang bekerja di sektor pelayaran dan penangkapan ikan di Tegal belum mendapatkan upah yang sesuai dengan Upah Minimum Kota (UMK) sebesar Rp. 735.000/bulan. Rata – rata para awak pelayaran penangkapan ikan dan pekerja di pelabuhan Tegal mendapatkan upah hanya sebesar  Rp. 400.000 – Rp. 500.000/bulan, jauh dibawah standar UMK Tegal.

Dalam kunjungan Tim Kampanye Upah Minimum bersama dengan pengurus SBSI Tegal, kami menemukan  kondisi memprihatinkan para awak kapal pelayaran rakyat dan kapal-kapal nasional berbobot 1.000 ton ke bawah. Para pekerja di pelabuhan dan awak pelayaran penangkapan ikan tersebut bekerja secara giliran dengan upah sekitar Rp. 40.000/hari. Menurut informasi yang dihimpun Tim Kampanye di lapangan, rata-rata mereka hanya bekerja sekitar 15 hari, sehingga total upah sebulan cuma Rp. 600.000.

Selain itu, belum ada skema yang mengatur upah dari awak kapal penangkapan ikan dan pekerja pelabuhan. Biasanya peraturan tersebut diatur oleh Keputusan Menteri atau Keputusan kepala daerah. Selanjutnya perlu dirumuskan standar upah awak kapal dan pekerja pelabuhan, karena selama ini belum ada ketentuan yang mengatur standar upah pelayaran dan upah buruh pelabuhan secara nasional.

Hasil tangkapan ikan yang mereka dapat juga belum cukup membutuhi kebutuhan hidup dari mereka, karena setelah disortir,ikan – ikan yang kurang baik kualitasnya dijual ke tengkulak-tengkulak dengan harga murah. Hasilnya pendapatan yang diterima oleh awak kapal ikan tersebut masih memprihatinkan. Pemerintah khususnya pemerintah daerah belum maksimal memperhatikan upah dan pendapatan dari awak kapal ikan dan pekerja pelabuhan di Tegal.

Pihak Tim Kampanye dari WageIndicator dan KSBSI di Tegal terus berusaha memperjuangkan agar nasib dan kondisi pekerja sektor pelayaran tersebut dapat diperbaiki, terutama kesejahteraan pendapatannya.

 Sudah layakkah upah Anda? Isi Formulir Pengaduan , kami akan mengumpulkan dan meneruskan aspirasi Anda kepada pihak yang berwenang

Berapa gaji Kamu ? Silakan isi di Survei Gaji
Share |