Abaikan, lanjutkan ke konten | Abaikan, lanjut ke navigasi

Anda di Beranda / Gaji / Kesenjangan Upah

 

Wujudkan Upah Yang Setara Bagi Pekerja Laki-laki dan Perempuan

Kesenjangan upah antar gender di Indonesia mencapai 19% pada tahun 2012. meskipun memiliki tingkat pendidikan, pengalaman,kualifikasi dan pekerjaan yang sama. Konvensi ILO No.100 dan UU No. 80 tahun 1957 mengatur tentang Upah yang setara dan Pengupahan bagi Pekerja Laki-laki dan Wanita untuk Pekerjaan yang Sama Nilainya.

Kesenjangan upah antar gender didefinisikan sebagai  perbedaan rata-rata penghasilan kotor antara pekerja laki-laki dan pekerja perempuan. Perbedaan ini terjadi ketika pekerja laki-laki dan pekerja perempuan menerima gaji dalam  jumlah yang berbeda. Kesenjangan upah antar gender sebanyak 17-22% berarti berarti bahwa pekerja perempuan berpenghasilan lebih rendah daripada kolega pekerja laki-laki mereka.  Secara sederhana, kesenjangan upah antar gender adalah kesenjangan antara apa yang didapatkan oleh pekerja laki-laki dan apa yang didapatkan oleh pekerja perempuan.

Kaum perempuan menghadapi beragam masalah dalam mengakses  pendidikan dan pelatihan,  dalam mendapatkan pekerjaan, dan dalam memperoleh perlakuan yang sama di tempat kerja. Kendala-kendala ini dapat menimbulkan pelanggaran akan hak-hak dasar serta menghambat kesempatan kaum perempuan –dan pada gilirannya akan merugikan masyarakat dan perekonomian Indonesia mengingat hilangnya kontribusi  besar yang dapat diberikan kaum perempuan melalui tempat kerja.

International Labour Organization (ILO) menemukan masih ada kesenjangan upah antargender di Indonesia dengan selisih hingga 19% pada tahun 2012, perempuan memperoleh upah rata-rata 81% dari upah laki-laki, meskipun memiliki tingkat pendidikan dan pengalaman yang sama. Di Indonesia, perempuan mewakili sekitar 38% layanan sipil, tetapi lebih dari sepertiganya melakukan pekerjaan “tradisional”, seperti mengajar dan mengasuh, yang cenderung memperoleh upah kurang dari pekerjaan yang didominasi laki-laki.

Berapa rata-rata jumlah kesenjangan upah antar gender di dunia?
Rata-rata jumlah kesenjangan upah antar gender di dunia mencapai 18%. Negara-negara di Eropa, Oceania dan Amerika Latin umumnya menunjukkan hasil yang lebih positif dari Asia dan Afrika.  Penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan upah  setinggi  46% ditemukan di Azerbaijan, dan kesenjangan upah terendah sebanyak 4% ditemukan di Paraguay. Di Indonesia sendiri, kesenjangan upah antargender adalah sebesar 19% di tahun 2012.

Apa dampak dari kesenjangan upah antar gender?
Kesenjangan upah antar gender berdampak besar bagi kehidupan pekerja perempuan dan seluruh keluarganya terutama ketika perempuan ini adalah pencari nafkah tunggal dan orang tua tunggal.
Kesenjangan upah memberikan kontribusi terhadap kondisi kehidupan yang buruk dan gizi yang buruk.  Hal ini tentunya akan berpengaruh besar terhadap gol Pemerintah untuk memberantas kemiskinan dan kelaparan.

Apa alasan dibalik adanya kesenjangan upah antar gender?
Kesenjangan upah antar gender kemungkinan terjadi karena beberapa faktor diantaranya :

  • Karakteristik pribadi : jenis kelamin, usia, tingkat dan jenis pendidikan, pengalaman kerja, masa kerja, jumlah anak, status perkawinan, suku, ras dan migrasi, daerah dan agama
  • Karakteristik pekerjaan: pekerjaan jenis kontrak, waktu bekerja (paruh waktu vs kerja full time) dan status pekerjaan
  • Karakteristik Perusahaan:  sektor ekonomi, ukuran perusahaan, keberadaan serikat pekerja dalam perusahaan
  • Segregasi:  horisontal atau vertikal. Dalam segregasi horisontal, perempuan terkonsentrasi di sejumlah kecil sektor / profesi yang upahnya kurang memadai. Dalam segregasi vertikal, hanya sedikit jumpah perempuan yang bekerja di perusahaan yang memberikan upah yang sesuai dan banyak dari mereka yang menghadapi hambatan dalam kemajuan karir mereka.
  • Kelembagaan: lembaga pendidikan dan pelatihan profesional, hubungan industrial, kebijakan cuti, perawatan anak, perawatan di hari tua.
  • Norma Sosial: pendidikan perempuan, pilihan pekerjaan, pola karir.

Apakah dengan pendidikan yang lebih tinggi berarti kesenjangan upah antar gender dapat diperkecil?
Data Wage Indicator menunjukkan bahwa pekerja perempuan dengan pendidikan yang lebih tinggi  tidak selalu mengakibatkan kesenjangan upah menjadi  lebih kecil. Dalam beberapa kasus kesenjangan sebenarnya meningkat dengan tingkat pendidikan yang diperoleh. Namun, secara umum, pendidikan yang lebih tinggi berarti pekerja akan mendapat gaji yang lebih tinggi secara keseluruhan.

Apakah usia dan masa kerja mempengaruhi kesenjangan upah?
Ya. Menurut penelitian, kesenjangan upah antar gender dapat meningkat dikarenakan faktor usia dan masa kerja. Biasanya orang yang lebih tua akan mendapat gaji yang lebih, pekerja laki-laki yang lebih tua akan mendapatkan substansial lebih daripada pekerja perempuan yang lebih muda.

Apakah pekerjaan paruh waktu dan pekerjaan waktu penuh membuat adanya perbedaan pendapatan upah kerja?
Ya. Karena tuntutan kebutuhan finansial rumah tangga, banyak pekerja perempuan di Indonesia menjadi pekerja paruh waktu, yang sebagian besar dibayar rendah. Lapangan pekerjaan yang biasanya mereka geluti adalah retail kecil, grosir, atau industri makanan, industri jasa dan industri pabrik. Untuk masalah pembayaran gaji, gaji pekerja perempuan paruh waktu biasanya dihitung per hari dia bekerja. Dan dalam sehari bekerja bisa mencapai lebih dari 8 jam. Selain itu, pekerjaan paruh waktu menawarkan ruang lingkup kecil untuk promosi jabatan.

Adakah hukum internasional yang mengatur mengenai kesenjangan upah antar gender?
Ada.  Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) mengaturnya dalam Konvensi No.100 mengenai upah yang setara di tahun 1951. Konvensi No.100 ini mendukung kesetaraan upah yang sama bagi pekerja laki-laki dan perempuan untuk pekerjaan yang sama nilainya. Konvensi No.100 mengenai upah yang setara ini adalah salah satu dari delapan konvensi ILO dasar, yang berusaha untuk menghapus diskriminasi dalam hal remunerasi dengan memastikan bahwa pekerja laki-laki dan perempuan menerima upah yang sama.

Ringkasan isi Konvensi Upah yang Setara, 1951 (No.100) :

  • Upah yang setara untuk jenis pekerjaan yang memiliki nilai yang setara berarti suatu standar upah yang baku tanpa diskriminasi berdasarkan jenis kelamin
  • Memberikan upah sebagai imbalan dan honorarium baik dalam bentuk tunai maupun non tunai.
  • Melakukan penilaian terhadap pekerjaan secara obyektif berdasarkan isi dari pekerjaan tersebut.

Ringkasan Rekomendasi Upah yang Setara, 1951 (No.90)

  • Merekomendasi pemerintah untuk memastikan bahwa pengusaha/perusahaan dan peker ja memperoleh  informasi   tentang persyaratan hukumnya.
  • Prinsip upah yang setara dapat diterapkan dengan memadai melalui:
  • penetapan metode analisis terhadap pekerjaan yang dilakukan secara memadai.
  • pemberian fasilitas panduan magang, pelatihan dan penempatan untuk meningkatkan efisiensi perempuan yang setara bagi ke dua jenis kelamin.
  • Pemberian pelayanan sosial dan kesejahteraan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan perempuan.
  • Promosi   kesetaraan  laki - laki  dan perempuan dalam mengakses pekerjaan.
  • Promosi  pemahaman publik   tentang prinsip-prinsip kesetaraan, dan penelitian serta studi-studi lapangan.

Konvensi ini dapat dilaksanakan dengan cara:

  • Dengan undang-undang atau peraturan nasional;
  • Oleh badan penetapan upah yang didirikan menurut peraturan yang berlaku atau yang diakui sah;
  • Dengan perjanjian perburuhan/perjanjian kerja bersama
  • Dengan menggabungkan cara-cara ini.

Apakah Indonesia mempunyai Peraturan Perundang-undangan mengenai kesenjangan upah antar gender?
Ya, Indonesia mempunyai peraturan UU yang mengatur mengenai kesenjangan upah antar gender. Pada tahun 1957, Indonesia telah meratifikasi Konvensi ILO No. 100 menjadi Undang-undang nomor 80 tahun 1957 tentang Persetujuan Konvensi Organisasi Perburuhan Internasional No: 100 mengenai Pengupahan bagi Pekerja Laki-laki dan Wanita untuk Pekerjaan yang Sama Nilainya.
Isi dalam UU No.80 tahun 1957 sama dengan isi Konvensi ILO No.100 mengenai upah yang setara.

 

Apakah masih ada diskriminasi gender dan kesenjangan upah antar gender meskipun sudah ada Undang-Undang yang mengatur?
Ya. Diskriminasi di tempat kerja masih tetap terjadi, meskipun ada Undang-Undang yang mengaturnya. Berikut adalah contoh-contoh diskriminasi kesenjangan upah antar gender yang masih terjadi di Indonesia :

  • Upah yang berbeda diberikan untuk jenis pekerjaan yang sama

Contoh : Laki-laki dan perempuan sama-sama berprofesi sebagai guru. Keduanya memiliki pengalaman, kualifikasi, tanggung jawab dan melakukan pekerjaan yang sama. Akan tetapi mereka mendapat upah yang berbeda.

  • Pekerjaan yang berbeda tetapi nilai/jumlah pekerjaannya sama, dibayar berbedar

Contoh : Pekerja laki-laki bekerja sebagai marketing executive dan pekerja perempuan bekerja sebagai public relation. Keduanya memiliki pekerjaan yang berbeda akan tetapi pengalaman, masa kerja, kualifikasi, job description, tanggung jawabnya sama. Akan tetapi mereka mendapat upah yang berbeda.

Bagaimana menilai bahwa seorang pekerja itu digaji secara adil?
Secara umum, pekerja menilai sistem pembagian gaji itu adil bila mereka menerima gaji yang sama besar dengan performa atas pekerjaan yang telah mereka lakukan, Equal work = Equal pay. Agar kita mengetahui apakah kita digaji secara adil atau tidak, kita harus menganalisa keadaan kantor kita saat ini, seperti banyaknya staff yang ada, jabatan apa saja yang ada, gaji yang diterima oleh tiap orang, kenaikan (gaji/jabatan) atas prestasi yang telah dilakukan. Anda juga dapat menggunakan fasilitas Survey Gaji dan Cek Gaji yang ada di Gajimu untuk bisa mengetahui berbagi dan mengetahui perbandingan gaji dengan pekerja – pekerja lain. Cara – cara itu dapat dilakukan agar anda bisa mengetahui apakah anda telah digaji secara adil atau tidak.

Sumber :
Frozen in Time: Gender Pay Gap Unchanged for 10 Years - IUC
The Global Gender Gap Report
International Labor Organization (ILO) : Konvensi ILO No. 100

Related articles:

Share |