Tunda Kenaikan Gaji Pejabat
Munculnya kebijakan untuk menaikkan gaji pejabat menuai reaksi keras berbagai lapisan masyarakat. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahkan dinilai tidak peka dengan kondisi rakyat kecil. Apalagi kinerja pemerintahan SBY - Boediono tengah dalam sorotan terkait program kerja 100 Hari.
Munculnya kebijakan untuk menaikkan gaji pejabat menuai reaksi keras berbagai
lapisan masyarakat. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahkan
dinilai tidak peka dengan kondisi rakyat kecil. Apalagi kinerja pemerintahan SBY
- Boediono tengah dalam sorotan terkait program kerja 100 Hari.
Sisca
misalnya. Sekretaris di perusahaan ekspedisi ini menilai presiden SBY tidak berpihak pada rakyat. " Sudah terima
mobil dinas super mewah Royal Saloon 1,3 Milyar.. eh gajinya bakal dinaikkin
lagi," ujarnya kesal.
Pendapat senada dilontarkan Edy, karyawan
advertising di Jakarta Selatan.
" Kenaikan gaji harus diimbangi kinerja yang bagus donk..., kenaikan gaji
pejabat ditunda saja dulu," katanya sewot.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui, gaji pejabat negera
memang akan dinaikkan atas dasar peninjauan kesetaraan dan perimbangan. Pejabat
negara yang dimaksud adalah jajaran pemimpin Lembaga Eksekutif yakni presiden,
dan anggota kabinet, gubernur, walikota dan bupati. Sementara peminpin lembaga
negara diantaranya Ketua DPR, DPD. MPR, MK dan MA. Kenaikan gaji ini, disusun
dan dibahas bersama pemerintah dan DPR berdasarkan survey pada lembaga negara.
Sementara itu, pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia,
Syamsudin Haris, mengatakan Presiden SBY seharusnya bisa menunda pelaksanaan
kebijakan yang dianggap non-populis. Jika tujuan dasar kenaikan gaji yang
disebut-sebut untuk mengurangi korupsi dan meningkatkan produktivitas para
pejabat, dinilai Syamsudin kurang sesuai.






