wageindicator logo Gajimu.com You Share, We Compare

Cuti Tahunan & Akhir Pekan

Cuti Tahunan Berbayar

Undang-Undang Ketenagakerjaan mengatur tentang cuti tahunan berbayar untuk semua pekerja/buruh yang telah bekerja selama satu tahun secara terus menerus. Pekerja/buruh berhak atas cuti tahunan selama 12 hari kerja per tahun. Pekerja/buruh yang mengambil cuti tahunan tersebut berhak atas upah penuh. 

Setelah bekerja selama 6 tahun (dan kelipatannya) secara terus menerus di perusahaan yang sama, pekerja/buruh dapat diberi penghargaan berupa cuti istirahat panjang selama 1 bulan di tahun ketujuh dan tahun kedelapan, dengan ketentuan pekerja/buruh tersebut tidak berhak lagi atas cuti tahunannya dalam 2 (dua) tahun berjalan. Ketetapan dan rincian yang mengatur hal ini diatur dalam keputusan menteri.

Pelaksanaan waktu istirahat tahunan sebagaimana ditetapkan dan diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

Sumber: Pasal 79 dan 84 UU Ketenagakerjaan (UU No. 13/2003); Pasal 3 Kepmenaker Istirahat Panjang Pada Perusahaan Tertentu (No.51/2004)

Upah di Hari Libur

Hari libur umum ditentukan oleh surat keputusan bersama yang dikeluarkan setiap tahun. Surat Keputusan Bersama tersebut dibuat oleh Kementerian Agama, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Kementerian Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, yang menetapkan hari libur nasional dan cuti bersama. Tanggal hari libur tersebut dapat berubah-ubah setiap tahunnya.

Berdasarkan Keputusan Bersama Kementerian Agama, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Kementerian Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, 15 hari libur nasional untuk tahun 2017 adalah sebagai berikut:

Tahun Baru (1 Januari); Hari Raya Imlek (28 Januari); Hari Raya Nyepi (28 Maret); Wafat Isa Almasih (14 April); Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 2017 (24 April); Hari Buruh (1 Mei); Hari Raya Waisak (11 Mei); Kenaikan Isa Almasih (25 Mei); Hari Raya Idul Fitri/Hari Raya Kemenangan (25-26 Juni); Hari Kemerdekaan (17 Agustus); Hari Raya Idul Adha/Hari Raya Kurban (1 September); Tahun Baru Islam (21 September); Maulid Nabi Muhammad SAW (1 Desember); Hari Raya Natal (25 Desember).

Penentuan Hari Raya untuk agama Islam tergantung pada posisi bulan (kalender bulan), oleh karena itu harinya dapat berubah.

Bila hari libur nasional jatuh pada akhir pekan, libur tersebut tidak dipindahkan ke hari kerja terdekat. Pemerintah akan mengungumkan hari libur perantara, yang dikenal dengan cuti bersama, untuk memperpanjang libur yang jatuh pada akhir pekan.

Cuti bersama bukan merupakan keharusan. Namun kantor-kantor pemerintahan diperintahkan untuk melaksanakannya sehingga mengurangi jatah cuti tahunan pekerjanya. Namun, kebanyakan perusahaan swasta tidak mengikutinya, karena hukum ketenagakerjaan di Indonesia tidak mengharuskan cuti bersama di perusahaan swasta. Keputusan untuk melakukan cuti bersama merupakan tindakan sukarela.

Sumber: Pasal 85 UU Ketenagakerjaan (UU No. 13/2003); Keputusan Bersama tentang Hari Libur dan Cuti Bersama 2017 (No. 135/2016) 

Istirahat di akhir pekan

Seorang pekerja/buruh berhak atas hari istirahat istirahat mingguan 1 (satu) hari untuk 6 (enam) hari kerja seminggu atau 2 (dua) hari untuk 5 (lima) hari kerja seminggu.

Sumber: Pasal 79 ayat (2) UU Ketenagakerjaan (UU No. 13/2003)

Peraturan mengenai Kerja dan Hari Libur

  • Undang-Undang no 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan / Manpower Act No. 13 of 2003
  • Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.102/MEN/VI/2004 mengenai Waktu dan Upah Kerja Lembur / Decree of Minister of Manpower and Transmigration No.102/MEN/VI/2004 on Overtime Hours and Overtime Pay
© WageIndicator 2017 - Apabila mengutip halaman ini, cantumkan pada daftar sumber/referensi tulisan Anda - Gajimu.com - Cuti Tahunan & Akhir Pekan