wageindicator logo Gajimu.com

Kehamilan Ketika Bekerja

Cuti hamil

Undang-undang Ketenagakerjaan menyediakan cuti hamil selama 3 bulan kepada semua pekerja/buruh perempuan. Tidak ada persyaratan khusus yang diatur dalam aturan tersebut. Pekerja/buruh perempuan berhak atas cuti selama 45 hari sebelum melahirkan (berdasarkan hasil pemeriksaan dokter kandungan atau bidan) dan 45 hari setelah melahirkan.

Cuti melahirkan dapat diperpanjang bila terdapat komplikasi atau alasan medis lainnya. Keterangan dari dokter kandungan atau bidan yang menjelaskan kondisi medis harus dilampirkan sebelum atau setelah melahirkan.

Cuti lainnya karena sakit atau komplikasi yang berhubungan dengan kondisi kehamilan tidak diatur dalam aturan ketenagakerjaan. Akan tetapi, pekerja/buruh perempuan yang mengalami keguguran berhak atas cuti selama 45 hari atau sejumlah hari yang ditentukan oleh keterangan dokter kandungan atau bidan.

Sumber: Pasal 1 (3) dan 82 UU Ketenagakerjaan (UU No. 13/2003)

Pendapatan selama cuti hamil

Pekerja yang menggunakan hak atas cuti melahirkan berhak mendapat upah secara penuh. Hak atas upah tersebut berlaku selama masa cuti melahirkan.

Sumber: Pasal 1 (3) dan 82 UU Ketenagakerjaan (UU No. 13/2003)

Perawatan medis gratis

Pelayanan kesehatan disediakan bagi pekerja/buruh yang dilindungi oleh peraturan nasional jaminan sosial.

Peraturan tentang kehamilan dan pekerjaan

  • Undang-Undang no 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan / Manpower Act No. 13 of 2003
  • Undang-Undang no 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional / National Social Security System Act No. 40, 2004
© WageIndicator 2017 - Apabila mengutip halaman ini, cantumkan pada daftar sumber/referensi tulisan Anda - Gajimu.com - Kehamilan Ketika Bekerja