Jaminan Perlindungan Pekerjaan

Pekerjaan yang tidak berbahaya

Pengusaha dilarang mempekerjakan pekerja/buruh perempuan hamil malam hari (antara pukul 23.00-07.00) bila menurut keterangan dokter berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan kandungannya maupun dirinya.

Tidak ada aturan khusus mengenai jenis-jenis ancaman yang mungkin berbahaya bagi kehamilan dan saat menyusui. Namun secara umum, pengusaha berkewajiban untuk menjaga kesehatan dan keselamatan pekerja/buruh.

Sumber: Pasal 76 (2), 86-87 UU Ketenagakerjaan (UU No. 13/2003), Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transportasi tentang Kewajiban Pengusaha yang Mempekerjakan Pekerja/Buruh Perempuan antara Pukul 23.00 sampai dengan 07.00 (Kepmenaker No. 224 /Men/2003)

Jaminan perlindungan pekerjaan

Peraturan ketenagakerjaan melarang pemecatan atas pekerja/buruh yang tidak dapat melakukan pekerjaannya karena hamil, melahirkan, keguguran atau menyusui, atau karena alasan lainnya yang berhubungan dengan jenis kelamin atau status perkawinan.

Aturan ketenagakerjaan juga mengatur bahwa setiap pemecatan yang dilakukan karena alasan di atas dinyatakan tidak sah dan batal demi hukum, karena itu pengusaha diharuskan mengembalikan pekerja/buruh tersebut ke pekerjaannya semula.

Sumber: Pasal 1 (5) dan 153 UU Ketenagakerjaan (UU No. 13/2003)

Hak untuk kembali ke posisi yang sama

Tidak ada aturan ketenagakerjaan khusus yang mengatur tentang posisi yang sama bagi pekerja/buruh perempuan yang menyelesaikan haknya atas cuti melahirkan. Namun dinyatakan bahwa pekerja/buruh perempuan tidak boleh dipecat karena sedang melakukan cuti melahirkan, yang artinya setelah melahirkan pekerja/buruh perempuan tersebut dapat kembali ke pekerjaannya semula.

Sumber: Pasal 1 (5) dan 153 UU Ketenagakerjaan (UU No. 13/2003)

© WageIndicator 2017 - Apabila mengutip halaman ini, cantumkan pada daftar sumber/referensi tulisan Anda - Gajimu.com - Jaminan Perlindungan Pekerjaan