wageindicator logo Gajimu.com

Kompensasi

Upah Lembur

Waktu kerja yang ditetapkan oleh peraturan ketenagakerjaan adalah 40 jam seminggu, 7 atau 8 jam perhari, tergantung jumlah hari kerja mingguan. Untuk yang bekerja 6 hari perminggu, jam kerjanya adalah 7 jam perhari. Untuk yang bekerja 5 hari perminggu, jam kerjanya adalah 8 jam perhari.

Aturan yang berhubungan dengan jenis-jenis pekerjaan yang tidak terikat pada jam kerja diatur di dalam Keputusan Menteri.

Pekerja hanya dapat diminta untuk bekerja melebihi jam kerjanya setelah adanya kesepakatan tertulis. Pengusaha dapat membuat daftar pekerja/buruh yang bersedia untuk melakukan kerja lembur, yang ditandatangani oleh pengusaha dan pekerja/buruh. Terhadap pekerja/buruh bersedia melakukan lembur, pengusaha harus memastikan jam lemburnya tidak lebih dari 3 jam per hari atau 14 jam per minggu. Lembur yang dilaksanakan pada hari istirahat mingguan atau libur nasional tidak termasuk dalam hal ini. Sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan, peraturan menteri mengatur tentang beberapa sektor atau jenis pekerjaan tidak termasuk di dalam aturan pembatasan jam lembur ini.

Pengusaha diwajibkan untuk membayar minimal 150% dari upah normal per jam untuk setiap jam lembur pertama, dan 200% untuk setiap jam lembur berikutnya. Upah per jam didapat dengan menggunakan rumus 1/173 dikalikan upah bulanan. Jika jam lembur lebih dari 3 jam, pengusaha juga wajib menyediakan makanan dan minuman yang mengandung sekurang-kurangnya 1400 kalori untuk pekerja/buruh. Uang dan makanan yang dimaksud tidak dapat digantikan dengan uang. Upah lembur tidak diberikan kepada pekerja/buruh yang memiliki tingkat tanggung jawab tinggi, dengan anggapan bahwa upah yang mereka terima sudah lebih tinggi. Pekerja/buruh diberikan waktu istirahat yang cukup setelah melakukan lembur.

Sumber: pasal 77 dan 78 UU Ketenagakerjaan (13/2003); pasal 3-11 Keputusan Menteri tentang Kerja Lembur dan Upah Lembur (Kepmen No. 102/2004)

Kompensasi Kerja Malam

Tidak ada aturan hukum yang khusus mengenai pengupahan untuk pekerjaan di malam hari. Larangan dan kewajiban tentang kerja malam hanya berlaku untuk pekerja perempuan dan pekerja anak (di bawah 18 tahun).

Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh perempuan untuk shift malam (antara pukul 23.00 sampai dengan pukul 07.00) wajib  memberikan makanan dan minuman bergizi; dan menjaga kesusilaan dan keamanan selama di tempat kerja. Pengusaha wajib menyediakan angkutan antar jemput bagi pekerja/buruh perempuan yang bekerja antara pukul 23.00 sampai dengan pukul 05.00.

Sumber: Pasal 76 (ayat 3 dan 4) UU Ketenagakerjaan (13/2003); Pasal 2-8 Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 224 tahun 2003 tentang Kewajiban Pengusaha Yang Mempekerjakan Pekerja Perempuan Antara Pukul 23.00 – 07.00

Upah bekerja di hari libur / istirahat

Dalam situasi khusus, pekerja/buruh dapat bekerja pada hari istirahat dan hari libur nasional. Namun peraturan tidak mengatur secara khusus tentang penggantian hari istirahat/libur. 

Kompensasi Kerja di Hari Libur Mingguan dan Nasional

Pekerja/buruh dapat dipekerjakan pada hari istirahatnya atau hari libur. Untuk itu, pekerja/buruh berhak atas bayaran khusus karena hal itu dianggap lembur. Namun, penghitungan lembur normal tidak berlaku untuk hal ini.

Kompensasi kerja pada akhir pekan dan hari libur nasional tergantung pada total hari kerja seminggu.

Untuk pekerja/buruh yang melaksanakan 6 hari kerja per minggu, nilai upah lembur yang jatuh pada hari istirahat atau libur nasional dapat berbeda, tergantung lembur tersebut jatuh pada hari kerja dengan jam normal atau hari dengan jam kerja terpendek.

Jika lembur dilakukan pada hari kerja dengan jam kerja terpendek dalam seminggu (yang jatuh pada hari istirahat mingguan atau libur nasional), nilai upah lembur adalah 200% per jam (dua kali lipat dari upah normal per jam) untuk 5 jam pertama, 300% (tiga kali lipat dari upah normal per jam) untuk jam keenam, dan 400% (empat kali lipat dari upah normal per jam) untuk jam ketujuh dan kedelapan. Jika lembur dilakukan pada hari kerja dengan jam kerja normal (yang jatuh pada hari istirahat mingguan atau libur nasional), nilai upah lembur adalah 200% per jam (dua kali lipat dari upah normal per jam) untuk 7 jam pertama, 300% (tiga kali lipat dari upah normal per jam) untuk jam kedelapan, dan 400% (empat kali lipat dari upah normal per jam) untuk jam kesembilan dan kesepuluh.

Untuk pekerja/buruh yang melaksanakan 5 hari kerja per minggu, nilai upah lembur yang jatuh pada hari istirahat atau libur nasional adalah 200% per jam (dua kali lipat dari upah normal per jam) untuk 8 jam pertama, 300% (tiga kali lipat dari upah normal per jam) untuk jam kesembilan, dan 400% (empat kali lipat dari upah normal per jam) untuk jam kesepuluh dan kesebelas.

Sumber: Pasal 85 ayat (3) UU Ketenagakerjaan (UU No. 13/2003); Pasal 1 (ayat 1), 11 (ayat b & c) Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 102/MEN/VI/2004 tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur

Peraturan mengenai Kompensasi

  • Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.102/MEN/VI/2004 mengenai Waktu dan Upah Kerja Lembur / Decree of Minister of Manpower and Transmigration No.102/MEN/VI/2004 on Overtime Hours and Overtime Pay
© WageIndicator 2017 - Apabila mengutip halaman ini, cantumkan pada daftar sumber/referensi tulisan Anda - Gajimu.com - Kompensasi