wageindicator logo Gajimu.com You Share, We Compare

Surat Pemberitahuan & Pesangon

Surat pemberitahuan pemutusan hubungan kerja

Perjanjian kerja berakhir apabila pekerja meninggal dunia; berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja; adanya putusan pengadilan dan/atau putusan atau penetapan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap; atau adanya keadaan atau kejadian tertentu yang dicantumkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama yang dapat menyebabkan berakhirnya hubungan kerja. Alasan kuat pemutusan hubungan kerja termasuk pelanggaran berat; mangkir dari pekerjaan selama lima hari berturut-turut atau lebih tanpa keterangan yang sah, serta pelanggaran atas ketentuan perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.

Hubungan kerja juga dapat diakhiri karena alasan ketidakmampuan pekerja/buruh melakukan pekerjaannya karena sedang diperiksa terkait perkara pidana, atau alasan ekonomi seperti perubahan status perusahaan, perusahaan mengalami kerugian terus menerus atau perusahaan bangkrut.

Pengusaha tidak diharuskan untuk menentukan alasan pemecatan. Namun pengusaha harus merundingkan hal tersebut dengan Pekerja/buruh (bila tidak ada serikat pekerja/serikat buruh), atau dengan serikat pekerja/serikat buruh dari pekerja/buruh yang bersangkutan. Perundingan bipartit tentang hal tersebut harus diselesaikan dalam jangka waktu 30 hari. Jika tercapai kesepakatan, Perjanjian Bersama tersebut harus didaftarkan terlebih dahulu pada pengadilan hubungan industrial setempat baru dapat dilaksanakan. Jika putusnya hubungan kerja karena pengunduran diri, hal tersebut tidak perlu didaftarkan.

Jika perundingan gagal, pengusaha atau pekerja/buruh dapat mendaftarkan perselisihan tersebut pada dinas tenaga kerja setempat dengan melampirkan semua dokumen termasuk perundingan bipartit yang gagal. Petugas ketenagakerjaan setempat akan menanyakan apakah perselisihan tersebut mau diselesaikan melalui proses konsiliasi, mediasi atau arbitrase. Para pihak harus memberikan jawaban selambat-lambatnya 7 hari sejak perselisihan didaftarkan, apabila tidak ada jawaban maka perselisihan akan dilanjutkan melalui proses mediasi secara otomatis. Jika anjuran dari mediator tidak diterima oleh salah satu pihak, maka pihak yang menolak dapat mendaftarkan perselisihan tersebut ke pengadilan hubungan industrial.

Pekerja/buruh yang mengundurkan diri, harus mengajukan surat pengunduran diri 30 hari sebelum tanggal pengunduran diri. Hukum tidak menyediakan aturan tentang denda terkait masa pemberitahuan.

Putusan pengadilan hubungan industrial tidak dibutuhkan jika pemutusan hubungan kerja terjadi karena:

  • pekerja/buruh masih dalam masa percobaan kerja;
  • pekerja/buruh mengajukan permintaan pengunduran diri secara tertulis atas kemauan sendiri (tanpa ada tekanan/intimidasi dari pengusaha);
  • berakhirnya masa perjanjian kerja;
  • pensiun sesuai dengan ketetapan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, atau peraturan perundangundangan; atau
  • pekerja/buruh meninggal dunia;
  • pekerja/buruh tidak dapat melakukan pekerjaannya karena proses pidana selama 6 bulan secara terus menerus.

Sumber: Pasal 61, 162 (ayat 3) UU Ketenagakerjaan (UU No. 13/2003)

Uang pesangon

Pemutusan hubungan kerja adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja/buruh dan pengusaha.

Sesuai dengan UU Ketenagakerjaan, pemutusan hubungan kerja atas perjanjian kerja waktu tidak tertentu mengakibatkan timbulnya kewajian pembayaran atas pesangon, penghargaan masa kerja, uang pengganti dan uang pisah.

Nilai pesangon disesuaikan dengan masa kerja dimana nilainya sebesar 1 bulan untuk setiap tahun masa kerja sampai dengan 9 bulan upah untuk masa kerja lebih dari 8 tahun atau lebih. Selain itu terdapat penghargaan masa kerja yang diberikan sebesar 1 bulan upah untuk setiap masa kerja 3 tahun, yang penghitungannya dimulai dari 2 bulan upah untuk masa kerja 3-6 tahun, sampai dengan 10 bulan upah untuk masa kerja 24 tahun atau lebih. Penggantian hak termasuk kompensasi cuti yang belum diambil, kompensasi uang perjalanan dari tempat kerja kembali ke tempat tinggal sebelumnya, kompensasi perumahan dan pengganti kesehatan (sebesar 15% dari total pesangon dan penghargaan masa kerja), dan kompensasi lainnya sebagaimana diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan dan perjanjian kerja bersama.

Uang pisah diberikan bila hubungan kerja berakhir karena pekerja/buruh yang bersangkutan mengundurkan diri atau karena ketidakhadiran pekerja selama 5 hari berturut-turut atau lebih. Nilai uang pisah ditentukan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama. Uang pisah diberikan kepada pekerja/buruh yang pekerjaannya tidak mewakili perusahaan secara langsung, termasuk dewan direksi atau level manajer.

Tidak ada pembayaran terhadap perjanjian kerja waktu tertentu yang berakhir masa perjanjiannya. Apabila terjadi pembatalan, pihak yang mengakhiri perjanjian sebelum berakhirnya masa perjanjian diwajibkan untuk membayarkan uang pengganti sebesar upah pekerja/buruh sampai dengan berakhirnya perjanjian kerja.

Besarnya nilai uang yang harus dibayarkan kepada pekerja/buruh tergantung pada dasar pemutusan hubungan kerja. Uang pesangon, penghargaan masa kerja dan pengganti hak diberikan apabila alasan pemecatan adalah sebagai berikut:

  1. Pekerja melakukan pelanggaran atas perjanjian kerja, peraturan perusahaan dan perjanjian kerja bersama (setelah diberikan surat peringatan ketiga);
  2. Perubahan status perusahaan, kepemilikan, merger atau penggabungan perusahaan dan pekerja/buruh menolak untuk melanjutkan hubungan kerja;
  3. Penutupan perusahaan karena mengalami kerugian (minimal 2 tahun secara terus menerus) atau keadaan yang memaksa (force majeure);
  4. Perusahan bangkrut.

Uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja tidak diberikan apabila alasan pemutusan hubungan kerja adalah sebagai berikut:

  1. Pekerja/buruh mengundurkan diri;
  2. Pekerja/buruh absen dari pekerjaannya selama lima hari berturut-turut atau lebih;
  3. Pekerja/buruh mencapai usia pensiun (jika pengusa memasukkan Pekerja/buruh dalam program pensiun);
  4. Pemutusan hubungan kerja karena pekerja/buruh membuat pernyataan/kesaksian palsu terhadap pengusaha.

Uang pesangon tidak diberikan (hanya uang penghargaan masa kerja dan uang pengganti hak yang diberikan) apabila pemutusan hubungan kerja terjadi karena alasan:

  1. Pekerja/buruh tidak mampu melakukan pekerjaannya karena ditahan oleh yang berwajib;
  2. Pekerja/buruh dinyatakan bersalah oleh pengadilan kurang dari 6 bulan masa penahanan.

Ketentuan 2 kali pesangon diberikan apabila pemutusan hubungan kerja terjadi karena alasan:

  1. Perubahan status perusahaan, kepemilikan, merger atau penggabungan perusahaan dan pekerja/buruh menolak untuk melanjutkan hubungan kerja;
  2. Penutupan perusahaan karena alasan efisiensi (selain masalah keuangan atau force majeure);
  3. Pekerja/buruh meninggal dunia;
  4. Pekerja/buruh mencapai usia pensiun (bila Pekerja/buruh yang bersangkutan tidak dimasukkan dalam program pensiun);
  5. Pemutusan hubungan kerja karena Pekerja/buruh membuat suatu pernyataan terhadap perusahaan yang dapat dibuktikan.

Tidak ada pengaturan tentang pembayaran 2 kali pesangon dan uang penghargaan masa kerja bila pemutusan hubungan kerja dilakukan karena Pekerja/buruh yang bersangkutan sakit selama 12 bulan terus menerus.

Sumber: Pasal 1, 156-172 UU Ketenagakerjaan (UU No. 13/2003)

© WageIndicator 2017 - Apabila mengutip halaman ini, cantumkan pada daftar sumber/referensi tulisan Anda - Gajimu.com - Surat Pemberitahuan & Pesangon