Abaikan, lanjutkan ke konten | Abaikan, lanjut ke navigasi

Anda di Beranda / Hukum Tenaga Kerja / Kerja dan Kondisi Sakit

 
Jaminan Pekerjaan

UU melarang pihak perusahaan memutus hubungan kerja dengan seorang pekerja karena dia absen dari pekerjaannya dikarenakan sakit dan hal ini dibuktikan melalui surat keterangan yang diberikan oleh dokter yang merawatnya asalkan dia tidak absen dari pekerjaannya lebih dari 12 (dua belas) bulan secara berturut-turut; atau dia mengalami cacat tetap, dalam kondisi sakit karena kecelakaan kerja, atau dalam kondisi sakit karena penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan [baca: hubungan ketenagakerjaan] yang masa pemulihannya tidak bisa ditentukan berdasarkan surat keterangan yang dibuat oleh dokter yang merawatnya. Pemutusan hubungan kerja apapun yang terjadi karena alasan tersebut di atas diangkap tidak sah dan batal demi hukum (Pasal 153 UU No.13/2003)

Baca lebih lanjut : FAQ Mengenai Pekerja dan Kondisi Sakit dan FAQ Mengenai Pemutusan Hubungan Kerja

Tunjangan Kecacatan

Manfaat dari simpanan hari tua akan diberikan dalam bentuk pembayaran uang tunai sekaligus ketika pekerja menderita cacat tetap. Kalau pekerja meninggal dunia atau menanggung cacat tetap, ahli warisnya (pasangan dan anak-anak yang berusia di bawah usia 23 tahun menerima manfaat tersebut). Manfaat kecacatan ini adalah uang tunai yang sebanding dengan total kontribusi pekerja dan perusahaan ditambah bunga yang dihasilkan. Untuk cacat sementara, upah penuh dibayarkan selama 120 hari pertama, 75% dari upah untuk 120 hari berikutnya, dan setelahnya diberikan 50% dari upah sampai pulih atau dinyatakan cacat tetap. Untuk cacat tetap, manfaat dalam bentuk uang tunai dibayarkan, bervariasi dari 2% sampai 70% dari 60 kali penghasilan bulanan terakhir, bergantung pada cidera yang diderita (UU no. 40 tahun 2004)

Baca lebih lanjut : FAQ Mengenai Pekerja dan Kondisi Sakit dan FAQ Mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Perawatan Medis

Skema jaminan sosial bagi karyawan swasta, JAMSOSTEK mencakup Jaminan Pemeliharaan Kesehatan. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan menyediakan perawatan medis komprehensif untuk pekerja dan keluarga mereka. Jenis-jenis layanan medis yang disediakan mencakup: (i) Perawatan ambulatori (berpindah) melalui Pusat Kesehatan Masyarakat, dokter umum dan dokter spesialis. (ii) Rawat inap di rumah sakit umum dan swasta. (iii) Perawatan kehamilan dan persalinan. (iv) Penyediaan obat-obatan. (v) keperluan laboratorium untuk dukungan diagnosis. (vi) Perawatan gigi dan mata. (vii) Perawatan darurat.

Baca lebih lanjut : FAQ Mengenai Jaminan Sosial

Cuti Sakit Berbayar

Jumlah upah yang dibayarkan kepada pekerja yang sakit ditentukan sebagai berikut:
a. Untuk empat bulan pertama, pekerja berhak menerima 100% gajinya ; b. Untuk empat bulan kedua, pekerja berhak menerima 75% gajinya; c. Untuk empat bulan ketiga, pekerja berhak menerima 50% gajinya. Untuk bulan-bulan selanjutnya, pekerja berhak menerima 25 (dua puluh lima) persen dari gajinya sebelum pemutusan hubungan kerja oleh pihak perusahaan (Pasal 93 ayat 3 UU No.13/2003)

Baca lebih lanjut : FAQ Mengenai Pekerja dan Kondisi Sakit 

Share |