wageindicator logo Gajimu.com

Kerja dan Kondisi Sakit

Cuti sakit berbayar

Pengusaha berkewajiban untuk membayar upah pekerja/buruh yang tidak masuk karena sakit berdasarkan laporan dokter yang merawat pekerja/buruh ayng bersangkutan. Cuti sakit berbayar juga dapat diberikan, bila cuti tersebut direkomendasikan oleh dokter dan memiliki durasi lebih dari satu tahun.

Sesuai dengan UU Ketenagakerjaan, jumlah upah yang harus dibayarkan oleh pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang sakit adalah sebagai berikut:

-          100% upah selama 4 bulan pertama

-          75% upah 4 bulan berikutnya (bulan ke-5 sampai ke-8)

-          50% upah 4 bulan berikutnya (bulan ke-9 sampai ke-12)

-          25% upah untuk bulan berikutnya sampai dengan pemutusan hubungan kerja

Pekerja perempuan berhak atas cuti berbayar pada hari pertama dan kedua datang bulan (haid), bila mereka mengalami sakit dan tidak dapat melakukan pekerjaannya.

Sumber: Pasal 93 (3) UU Ketenagakerjaan (UU No. 13/2003)

Perawatan medis

Jaminan kesehatan termasuk di dalam rancangan jaminan sosial. Jaminan pemeliharaan kesehatan menyediakan perlindungan kesehatan yang luas bagi pekerja/buruh dan keluarganya. Jenis pelayanan kesehatan yang disediakan meliputi: layanan ambulans; layanan rawat inap baik di rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta; pemeriksaan kehamilan dan layanan melahirkan; layanan atas obat-obatan; pemeriksaan laboratorium; perawatan mata dan gigi; dan layanan gawat darurat. 

Jaminan pekerjaan

Pengusaha dilarang untuk memutuskan hubungan kerja karena pekerja/buruh yang bersangkutan sakit secara terus menerus kurang dari 12 bulan. Jika masa sakit pekerja/buruh sudah melewati 12 bulan, maka pengusaha dapat memutuskan hubungan kerja.

Pemutusan hubungan kerja dilarang bila pekerja/buruh yang bersangkutan menderita cacat permanen, sakit sebagai akibat dari pekerjaan, atau sakit karena tertular penyakit dari tempat kerja, dimana waktu penyembuhan tidak dapat dipastikan berdasarkan hasil tes tertulis dari dokter yang memeriksa.

Sumber: Pasal 153(ayat 1) UU Ketenagakerjaan (UU No. 13/2003)

Peraturan mengenai kerja dan kondisi sakit

  • Undang-Undang no 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan / Manpower Act No. 13 of 2003
  • Undang-Undang no 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional / National Social Security System Act No. 40, 2004
© WageIndicator 2017 - Apabila mengutip halaman ini, cantumkan pada daftar sumber/referensi tulisan Anda - Gajimu.com - Kerja dan Kondisi Sakit