Tunjangan Kecacatan

Tunjangan Kecacatan

Cidera karena kerja dibagi menjadi empat kategori: (i) cacat total (ii) cacat sebagian (iii) cacat sementara (iv) cidera parah yang berakibat pada kematian pekerja/buruh. Seorang pekerja/buruh berhak atas tunjangan kecacatan bila yang bersangkutan dinilai menderita cacat tetap baik total maupun sebagian sebelum usia 56 tahun. Tidak ada syarat jangka waktu.

Bila terjadi cacat sementara, maka 100% upah pekerja/buruh sebelum terjadinya kecelakaan tetap dibayarkan selama 4 bulan pertama; 75% dibayarkan untuk 4 bulan berikutnya; dan 50% dibayarkan bulan berikutnya sampai dengan pekerja/buruh yang bersangkutan pulih atau dilakukan pemutusan hubungan kerja.

Jika terjadi cacat total secara permanen maka pekerja/buruh berhak atas uang sejumlah 70% dikalikan 80 bulan upah sebagaimana biasanya, ditambah Rp. 200.000 per bulan selama 24 bulan.

Jika terjadi cacat sebagian secara permanen, maka nilai pembayarannya adalah sejumlah 80 bulan upah pekerja/buruh yang bersangkutan dikalikan dengan persentase kecacatannya sesuai aturan.

Untuk semua kasus, kondisi cacat dibuktikan dengan laporan medis yang dikeluarkan oleh dokter.

Jika terjadi kecelakaan kerja fatal yang mengakibatkan kematian dari pekerja/buruh, ahli waris (pasangan, anak, orang tua, cucu, kakek/nenek, saudara kandung dan mertua) menerima uang pensiun dari pekerja/buruh yang bersangkutan. Ahli waris juga menerima uang tunai senilai 60% dikalikan 80 bulan upah pekerja/buruh, ditambah Rp. 200.000 per bulan selama 24 bulan. Jika tidak ada ahli waris, maka semua tunjangan dibayarkan kepada orang yang ditunjuk oleh pekerja/buruh yang bersangkutan.

Pembayaran tunai sebesar Rp. 14.200.000 ditambah dengan Rp. 200.000 per bulan selama 24 bulan dibayarkan untuk tunjangan kematian.

Tersedia juga bantuan beasiswa sebesar Rp. 12.000.000 untuk anak dari pekerja/buruh yang dijaminkan.

Bantuan pemakaman diberikan sebesar Rp. 3.000.000. Bantuan ini diberikan kepada ahli waris pekerja/buruh. Jika tidak ada ahli waris, maka bantuan ini dibayarkan kepada pihak yang mengurus pemakaman pekerja/buruh yang bersangkutan.

Sumber: Pasal 29-34 UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN No. 40/2004); Peraturan Pemerintah No. 44/2015 tentang Jaminan Kecelakaan Kerja

© WageIndicator 2017 - Apabila mengutip halaman ini, cantumkan pada daftar sumber/referensi tulisan Anda - Gajimu.com - Tunjangan Kecacatan