wageindicator logo Gajimu.com

Pelecehan Seksual

Pelecehan Seksual

Pelecehan seksual dianggap sebagai sebuah pelanggaran berat. Namun belum ada aturan yang mengatur secara rinci tentang jenis-jenis pelecehan/kekerasan seksual, sanksinya serta penanggulangan pelecehan seksual di tempat kerja.

Kementerian Tenaga Kerja telah mengeluarkan pedoman tentang Pencegahan Pelecehan Seksual di Tempat Kerja. Pelecehan Seksual didefinisikan sebagai “setiap perlakuan yang tidak diinginkan, perilaku dalam bentuk verbal ataupun fisik atau gerak tubuh yang berorientasi seksual, permintaan layanan seksual, atau perilaku lain yang berorientasi seksual yang membuat orang yang dituju merasa terhina, tersinggung dan/atau terintimidasi, dimana reaksi dari orang yang dituju masuk akal dalam situasi dan kondisi demikian; atau berbagai situasi di mana perilaku yang telah disebutkan sebelumnya disertakan ke dalam persyaratan kerja atau ketika perilaku yang sedemikian menciptakan lingkungan kerja yang mengintimidasi, tidak ramah atau tidak layak.

Pedoman tersebut juga mendefinisikan berbagai pelecehan seksual yang meliputi tindakan fisik, tindakan verbal, bahasa tubuh, tulisan atau gambar dan pelecehan secara psikologis dan emosi.

KUHP tidak secara khusus mengatur tentang hukuman bagi pelaku pelecehan seksual, namun undang-undang tersebut melarang segala tindakan yang tidak pantas dan kekerasan atau ancaman untuk melakukan hubungan seksual. Aturan ini berlaku sebagai dasar untuk membendung tindak pidana pelecehan seksual di tempat kerja. Korban atau orang yang mengetahui kejadiannya harus membuat laporan resmi. KUHP memberikan hukuman sampai dengan dua tahun delapan bulan penjara serta hukuman denda atas tindakan ini. Dalam hal kekerasan yang berujung pada hubungan seksual, hukumannya meningkat sampai dengan 12 tahun penjara.

Pekerja/buruh dapat mengajukan permohonan resmi kepada lembaga yang berwenang atas hubungan industrial (pengadilan hubungan industrial) untuk memutuskan hubungan kerjanya bila pengusaha terbukti memukul, mempermalukan atau mengintimidasi pekerja/buruh yang bersangkutan.

Pengusaha juga dapat memutuskan hubungan kerja seorang pekerja/buruh yang telah melakukan berbagai pelanggaran, diantaranya: pekerja/buruh melakukan perbuatan asusila atau perjudian di lingkungan kerja atau menyerang, memukul, mengancam atau mengintimidasi rekan kerjanya atau pengusaha di lingkungan kerja.

Sumber: Pasal 153 & 169 UU Ketenagakerjaan (UU No. 13/2003); Panduan tentang Pedoman Pencegahan Pelecehan di Tempat Kerja 2011; Pasal 281 & 285 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP)

© WageIndicator 2017 - Apabila mengutip halaman ini, cantumkan pada daftar sumber/referensi tulisan Anda - Gajimu.com - Pelecehan Seksual