Perayaan World Decent Work Day di Indonesia
7 Oktober merupakan World Decent Work Day. Tim Decision for Life (DFL) Indonesia bergerak dengan membagikan brosur dan mempromosikan decent work day dan materi kampanye DFL dan Gajimu.
Jakarta, Indonesia - Bagi sebagian besar penduduk Indonesia, tanggal 7 Oktober bukanlah merupakan hari yang special. Rutinitas bangun pagi, menghadapi lalu lintas yang kacau untuk bisa ke kantor tepat waktu, dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Saat pulang kerja menjadi saat yang ditunggu – tunggu oleh para pekerja akan tetapi kemacetan Jakarta memang tidak dapat dipungkiri sangat meningkatkan kadar stress yang ada dalam diri kita. Untuk menghindari stress dan menunggu kemacetan mereda, banyak pekerja yang bersantai di Mall sekitar kantor tempat mereka bekerja. Sekedar makan, nonton bioskop, belanja ataupun hang out bersama kolega.
Untuk mereka yang menyempatkan diri singgah ke Plaza Semanggi pada tanggal 7 Oktober 2010 mendapatkan sesuatu yang berbeda. Mereka mempelajari bahwa tanggal 7 Oktober bukanlah hari biasa, melainkan World Decent Work Day!
Tim Decision for Life (DFL) yang terdiri dari tim KSBSI, ASPEK, Gajimu dan mahasiswa bergerak untuk memberitahu khalayak ramai bahwa hari ini merupakan Hari Pekerjaan Layak sedunia. Dengan membagikan brosur dan souvenir cantik lainnya, tim DFL mempromosikan mengenai kampanye – kampanye yang kita sedang kita lakukan. Rata – rata dari pengunjung merasa kaget karena ada hari khusus untuk pekerjaan yang layak. Dan mereka pun menyambut baik hal ini, mereka menunjukkan antusiasme mereka dengan partisipasi dalam mengemukakan opini, berfoto bersama dan melontarkan berbagai pertanyaan terkait Decent Work Day dan materi kampanye yang terlampir di brosur DFL dan Gajimu.
Tetapi selain pengunjung yg antusias, Tim DFL juga menemukan pengunjung yang terlihat tidak peduli. Ada pula para pekerja yang takut untuk difoto karena mereka berpikir manajemen kantor mereka bisa melihat wajah mereka dalam beberapa berita atau media yang berhubungan dengan perjuangan hak pekerja, yang mungkin bisa membuat mereka kehilangan pekerjaan mereka.
Selain penyebaran bahan kampanye, tim DFL juga menerima tanggapan dari pengunjung Plaza Semanggi dan anggota DFL mengenai pekerjaan yang layak. Kami menanyakan opini mereka mengenai :
- Apa yang dimaksud dengan pekerjaan yang layak bagi anda?
- Apa harapan anda untuk para pekerja Indonesia untuk masa mendatang?
Decent work adalah pekerjaan yang memungkinkan kita untuk bisa mengembangkan diri kita dan bisa membuat kita kaya. Misalnya : pekerjaan seperti data entry. Pekerjaannya membosankan tetapi kita dibayar mahal untuk itu, untuk saya itu masih termasuk layak. Atau pekerjaan dengan gaji yang rendah tapi kita berkesempatan untuk pergi ke tempat2 menarik seperti jurnalis juga layak. Intinya kita bisa dapat salah satu manfaat dari pekerjaan kita, entah itu gaji yang besar atau potensi pengembangan diri menurut saya itu decent work.
Retno, 25 thn, Marketing KFC Indonesia
Saya berharap World Decent Work Day dapat membuat program realistis untuk meningkatkan kondisi pekerja Indonesia. Saya sangat prihatin dengan upah pekerja Indonesia. Ada beberapa pekerja yang upahnya telat/tidak dibayarkan bahkan ada yang masih mendapat upah jauh lebih rendah dari Upah Minimum Propinsi (UMP).
Isabella, 25 thn, Kepala Kursus Bahasa Inggris LIA cabang Medan, Sumut
Menurut saya, decent work itu adalah keseimbangan antara pekerjaan yang kita lakukan dan gaji yang kita dapatkan
Sekar Ayu, 23 thn, Guru Bahasa
Decent work itu mencakup 3 hal yaitu, jam kerja, gaji, dan upah lembur yang layak
Andi Rifaterry, 25 thn
Bagi saya, decent work berarti gaji yang layak, lingkungan kerja yang kondusif termasuk hubungan baik dengan para kolega, fasilitas yang layak bagi para pekerja seperti tunjangan transportasi, kesehatan dan jaminan sosial. Dan juga tidak ada politik jabatan di lingkungan kerja.
Liantin Arie Maharina, 23 thn, Account Manager
Decent Work adalah pekerjaan yang kita sukai yang membuat kita selalu termotivasi untuk melakukan yang terbaik tiap harinya dan bila kita mempunyai pemimpin yang membela pekerjanya. Yang jelas bagi saya, pekerjaan yang layak itu adalah pekerjaan yang halal.
Ali Bader, 27 thn, Financial Advisor
May day atau hari Buruh lainnya tidak akan memberikan dampak apapun terhadap kondisi pekerja apabila tidak ada program bagus dan kuat yang mendukung dibaliknya. Yang paling penting sebagai pekerja outsource adalah saya ingin sistem outsourcing benar – benar dilarang di Indonesia. Pekerjaan yang layak merupakan gaji yang layak.
Nidaan Khofiya, 25 thn , Teller Bank Jabar
Sangat baik bila saat ini ada perayaan World Decent Work Day, sehingga akan ada perhatian yang lebih dari para pengusaha, pemerintah dan masyarakat tentang kesejahteraan pekerja Indonesia. Decent work sendiri adalah ketika kita memiliki penghasilan tetap tiap bulan sehingga kita merasa aman.
Muhammad Iqbal, 26 thn, Mahasiswa S2 Binus




