Abaikan, lanjutkan ke konten | Abaikan, lanjut ke navigasi

Anda di Beranda / Tips Karir / Pekerjaan dan Gaji / Mekanik dan tukang perbaiki mesin pesawat terbang

 
Mencari

Mekanik dan tukang perbaiki mesin pesawat terbang

Indonesia - Mekanik dan tukang perbaiki mesin pesawat terbang menyesuaikan, memriksa, memperbaiki dan memeriksa secara teliti dan memasang mesin-mesin pesawat terbang seperti sistim udara, hidrolik, dan sistim tekanan udara Inonesia

Tugas-tugas

  • (a) Mencocokkan, menilai, menguji dan memeriksa mesin pesawat terbang
  • (b) Menggantikan komponen-komponen mesin atau melengkapi komponen mesin
  • (c) Menilai dan memeriksa sistim udara dan komponen-komponen pesawat terbang, mencakup roda pesawat untuk mendarat, sistem hidrolik, dan alat pencair es untuk mendeteksi kerusakan, letusan, retakan, kebocoran, atau masalah lainnya
  • (d) Memelihara, memperbaiki, memeriksa secara teliti, mengubah dan menguji struktur pesawat terbang dan yang berhubungan dengan mesin dan sistim hidrolik
  • (e) Membaca dan menafsirkan buku panduan, buletin servis, dan spesifikasi lainnya untuk menentukan kelayakan dan metode untuk memperbaiki atau menggantikan komponen-komponen yang rusak dan tidak berfungsi dengan benar
  • (f) Memelihara, memperbaiki, dan membangun kembali struktur, fungsi komponen dan bagian-bagian pesawat terbang, seperti sayap-sayap dan badan pesawat terbang, peralatan kapal, unit hidrolik, sistim oksigen, bahan bakar, sistim elektrik, gasket, dan segel
  • (g) Memeriksa pekerjaan yang telah selesai dikerjakan untuk menjamin bahwa pemeliharaan sesuai dengan standard dan pesawat terbang siap untuk beroperasi
  • (h) Memelihara catatan perbaikan, semua dokumen tentang pencegahan dan pemeliharaan perbaikan pesawat terbang
  • (i) Memasang dan menguji komponen elektrik dan elektronik, pemasangan, dan sistim di dalam pesawat terbang
  • (j) Menghubungkan komponen-komponen untuk dipasang seperti sistim radio, peralatan-peralatan, dinamo kecil, inverters, dan sistim penambahan bahan bakar dalam penerbangan
Lebih

 

Share |
comments powered by Disqus