Pemotongan Gaji
Baca artikel tentang Bagaimana Menghadapi dengan pengurangan Gaji di Indonesia pada Gajimu.com. Anda dapat memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pemotongan gaji dan bagaimana menghadapi pemotongan gaji Anda.
Bagaimana Menyikapi Pemotongan Gaji
Mungkin kamu merasakan
mulai melambannya bisnis di sekitar kantormu, suatu hal yang bisa jadi
pertanda perusahaan kamu pun akan mengalami masa sulit. Berita baiknya
adalah anda masih punya pekerjaan, tapi bahkan sebelum kamu sempat
menggumamkan kata ‘Waduh.’, berita buruk sudah menghampirimu : gaji
kamu ternyata harus dipotong.
Jangan Terima Begitu Saja
Ketika
atasan kamu menyampaikan berita pemotongan gaji itu pertama kali,
jangan kamu begitu saja menerimanya. Dengan kata lain, tahan dirimu
untuk tidak menyampaikan persetujuan baik secara lisan maupun tertulis.
Kalaupun didesak, kamu bisa mengatakan, ‘Ini perlu proses. Saya harus
memikirkan hal ini dan membicarakannya dengan keluarga saya malam ini.’
Yang
kamu perlu lakukan adalah beri sedikit waktu buat dirimu sendiri.
Mengapa ? Kamu harus mencari tahu semua fakta seputar pengurangan gaji
sebelum kamu menerima hal itu. Pemotongan gaji dapat mempengaruhi
tunjangan dan kompensasi untuk sakit yang tidak biasa serta jumlah hari
libur anda mengingat biasanya angkanya dikalkulasikan berdasar gaji
bulananmu – sebagai manfaat/tunjangan masa tidak bekerja. Disamping itu
kompensasi yang dipotong dapat mempengaruhi negosiasi gaji dengan calon
atasan di kantor baru karena catatan gaji terakhir kamu bisa jauh lebih
rendah dari yang seharusnya kamu terima sesuai dengan kualitasmu.
Fakta-fakta Penting
Begitu
kamu tersadar dari keterkejutan tentang pemotongan gajimu, cepatlah
bangkit untuk mencari fakta. Ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut ke
atasan kamu :
- Apakah pemotongan gaji ini merupakan keharusan atau sukarela ?
- Berapa banyak gaji anda akan dipotong ?
- Siapa lagi yang terkena pemotongan gaji ?
- Berapa lama pemotongan gaji itu akan berlangsung ?
- Apakah akan ada pengembalian jumlah gaji yang dipotong nantinya ?
- Seberapa jauh ini akan mempengaruhi kenaikan gaji, bonus dan manfaat ?
- Apakah selanjutnya anda harus bekerja dengan jam kerja yang lebih panjang atau harus mengerjakan tugas tambahan ?
- Apa rencana perusahaan dalam merubah keadaan ?
Pertanyaan pada diri sendiri yang juga harus kamu ajukan adalah :
- Seberapa jauh kamu perlu mempertahankan pekerjaan anda ini ?
- Apakah kamu mempunyai keyakinan bahwa perusahaan akan mampu pulih dari keterpurukan ?
- Bisakah kamu mempercayai apa yang atasan anda katakan ?
- Inikah saatnya untuk pindah pekerjaan ?
Setelah
memperoleh informasi baik dari dalam maupun dari luar diri, kamu
mungkin perlu bicara dengan pengacara untuk mempelajari pilihan-pilihan
hukum serta hak-hak anda.
Cobalah Lakukan Negosiasi
Begitu
kamu cukup menemukan fakta yang kamu perlukan dan berpikir untuk tetap
bertahan pada pekerjaan sekarang, pertimbangkan untuk melakukan
negosiasi agar pemotongan gaji tersebut lebih tertanggungkan.
Beberapa
hal yang bisa kamu negosiasikan misalnya tentang jam kerja per minggu
dan tempat di mana anda bekerja. Kamu dapat mengusulkan pengurangan
hari kerja menjadi empat hari per minggu atau coba atur untuk bekerja
dari rumah untuk mengurangi biaya pulang pergi ke kantormu.
Kamu
dapat juga melakukan negosiasi seputar pilihan saham, kalau memang kamu
percaya perusahaanmu masih cukup kuat dan punya nilai. Kalau kamu tidak
punya pilihan untuk kepemilikan saham kamu dapat mencoba memintanya.
Kalau kamu sudah punya, kamu bisa mencoba meminta lebih banyak.Jika
kamu tidak yakin tentang nilai saham perusahaan kamu dan di mana posisi
perusahaan kamu sekarang, kamu bisa mencari informasi melalui Yahoo!
Finance dan Yahoo! News.
Akhirnya, mintalah persetujuan
tertulis dari perusahaan tentang pemotongan gaji tersebut, kapan gaji
lama kamu akan diberlakukan kembali dan apakah akan ada pengganti untuk
gaji yang hilang. Atasan kamu mungkin akan bergeming tapi kalau kamu
bekerja untuk perusahaan kecil kamu kemungkinan bisa melakukan
negosiasi ini.
Jika Keluar Merupakan Pilihan
Jika
dari pencarian fakta ataupun negosiasi yang kamu lakukan anda tetap
merasa terpojok – kamu harus ingat, kamu sama sekali tidak terpojok.
Kamu masih punya pilihan dan jalan keluar. Meskipun begitu untuk
mengeksplorasi kedua hal tersebut, kamu perlu berkonsultasi dengan
pengacara pekerjaan atau kantor penempatan tenaga kerja setempat.
Karena
kebanyakan orang bekerja ‘karena kemauan’, kamu atau atasan kamu dapat
mengakhiri kesepakatan kapan saja dan gajimu bisa diturunkan sepanjang
memang itu dilakukan dengan alasan bisnis yang sah atau masuk akal.
Tapi kalau gaji kamu dipotong dengan prosentase yang tidak masuk akal,
kamu bisa berhenti dan masih tetap mendapatkan manfaat dari ketiadaan
pekerjaan.
Berbeda negara berbeda aturan, cari tahu segala sesuatunya di kantor ketenagakerjaan setempat sebelum kamu melakukan sesuatu.
Kalau
kamu punya kontrak kerja, kamu mungkin bisa menolak pemotongan gaji
secara mutlak atau setidaknya berhenti kerja dengan mendapatkan
kompensasi yang cukup, tapi itu hanya bisa dilakukan kalau di dalam
kontrak disebutkan tentang syarat atau besaran kompensasi dan juga
menyatakan bahwa atasan atau orang yang mempekerjakan kamu tidak dapat
merubah hal tersebut tanpa persetujuanmu. Pemotongan gaji dapat merusak
kontrak yang sudah dibuat dan kamu dapat meminta pengacara untuk
membantu anda menegosiasikan kompensasi untuk pengeluaran kamu dari
tempat kerja atau memperjuangkan gaji anda sepenuhnya.
Akhirnya,
kamu dapat sementara menyetujui pemotongan gaji sembari memperbaiki
resume/CV kamu. Mulailah secepatnya melamar pekerjaan baru dan mencari
masa depan kamu dengan atasan baru. ( Shd)
![]() |
|
|




